Sabtu, 10 Januari 2015

d'Masiv - AKU KEHILANGANMU (Official Video)



SNM

Allah telah memberikan apa yang kita mau ...
kenapa allah tidak memberi cinta yang sejati ..

allah aku lelah dengan cinta ..
apa arti sebenarnya cinta ??????
cinta membuat lupa segalanya :(
saya ingin menemukan cinta sejati untuk selamanya bukan hanya sesaat saja ..
mungkin sosok lelaki yang bikin hamba nyaman menghindar perlahan-lahan entah ada orang kedua atau ketiga  dsb :(
izinkan hamba untuk memelukmu lebih erat lagi ya allah :(
kalau memang dia jodohku pasti dipelukan hamba kalau belum jodoh izinkan hamba lebih giat ikhtiar seterusnya sampai menemukan penggantiannya ..|
ya allah bukankan pintu hatinya buat hamba ..

Kamis, 01 Januari 2015

Untukmu… Calon Suamiku ....


Friday, 27 Mei 2013




Bismillaahirrahmaanirrohiim..
Assalaamu’alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh 


Duhai calon suamiku
belahan jiwa, raga dan hatiku 

Kutuliskan segala kata yang telah dirangkai oleh hati ini di dalam qolbuku…

Wahai calon penguat da’wah ku…
ketahuilah bahwa aku menunggu kehadiranmu…

Namun ketahuilah pula bahwa niat ini bukan karena disertai nafsu melainkan keinginan seorang mujahidah untuk memiliki sebagian dari agamanya….

Meski demikian,…
akupun paham bahwa engkau butuh waktu untuk mempersiapkan segala dirimu mulai dari segi fisik, spiritual dan intelektual untuk siap bertemu denganku…

Begitupun denganku…
meski aku semakin larut dalam penantian panjangku atas dirimu…
pada hakikatnya aku pun butuh persiapan untuk bertemu denganmu karena aku ingin dalam pertemuan kita yang pertama aku bisa terlihat “sempurna” meski sebenarnya begitu banyak kelemahan dan kekurangan dalam diri ini….

Aku mulai belajar tentang segala tanggung jawab yang harus aku lakukan ketika Allah mentaqdirkan kita untuk bertemu nanti…

aku pun mulai belajar untuk membatasi diriku pada pergaulan dengan lelaki sebatas dalam urusan yang penting meski begitu banyak lelaki dalam pergaulan kehidupanku….
 

Kulakukan ini karena aku ingin nantinya aku bisa setia dalam lantunan ucapanku untukmu…
Meski sesungguhnya aku begitu risau dengan imanku yang lemah …

diriku tak mampu menahan fitnah ini….

Aku khawatir segala amalanku bukan sepenuhnya untuk Rabb-ku melainkan untuk makhluk-Nya,..
 

Untuk itu, aku membutuhkan dirimu untuk menjaga diri dan imanku…
Namun begitu sukar aku menemukanmu,..

Hingga akhirnya aku mengetahui bahwa untuk bisa mendapatkan dirimu adalah dengan mensholehahkan diriku…

Namun meski begitu, aku sadar bahwa aku tak boleh menjadikan kau tujuan hidupku, aku yakin dengan peningkatan kualitas pengabdianku pada Rabb-ku, insyaaa Allaah Dia pun akan memberikan “hadiah” yang semakin baik untukku..

Karena sukar bagiku bisa memanggil mujahid sepertimu untuk mendatangiku andai sholehahku tidak setanding dengan kesholehan dirimu…

Dan satu hal yang membuat aku begitu yakin adalah apabila memang namamu yang tertulis di Lauhul Mahfudz untuk diriku niscaya Allaah lah yang akan menyatukan hati kita dengan cinta-Nya 
Wahai calon pemilik cinta dalam hati ini…..


Kan ku pegang selalu janji Allah,
bahwa..

“Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik” 

Jiwa remajaku kian membuncah,
godaan kian terasa menghanyutkan qolbu,
 

namun..
Aku tau bahwa disana kau sedang berjuang untuk menemukan diriku,…
hingga rasa nya akan sangat curang jika diriku justru terlarut dalam cinta fatamorgana…

Duhai calon pemimpinku..
 

Aku tau engkau sedang berjuang  begitu keras untuk mendapatkan keridloan-Nya dalam menyemai cinta diantara kita,
 

Namun ketahuilah wahai penyejuk hatiku bahwa bukan harta, rupa, keturunan, kemapanan, jabatan, dan segala keindahan dunia yang kau miliki yang aku jadikan ukuran dalam menanti kehadiranmu, cukuplah agama sebagai pengikat kasih diantara kita…

Kala aku dipertemukan denganmu,..
 

Akan ku jaga perasaan kasih ini agar tidak tercurah sebelum masanya..
Dan akan kujadikan syar’i sebagai pendinding diri kita….

Duhai calon pemilik tulang rusukku….
Aku akan segera hadir dalam dinginnya malam dengan membawa kehangatan jiwa…
 

Kutunggu sampai ijab terucap dari lisanmu…
Aku akan menjaga semerbak keharuman jiwaku hingga kau datang untuk menahkodai bahtera kehidupan kita….

Dan disaat engkau telah siap untuk meng-khitbah-ku…
aku bersedia jika kau ingin menatap wajahku sejenak untuk menemukan keserasian diantara kita karena seperti itulah pesan Nabi kita tercinta..

Namun disaat itu,
percayalah bahwa kau tak akan menemukan mata yang indah, wajah yang bersih seperti putih telur, pipi yang merah merona, alis yang mempesona, hidung yang menawan ataupun bibir yang merah bagai delima,

karena yang aku miliki hanya lah wajah biasa yang sebenarnya tersimpan begitu banyak pengabdian yang siap aku curahkan untukmu…

Aku bukan tak mensyukuri relief ukiran Allaah dalam wajahku, namun inilah diriku..
yang tak begitu memprioritaskan mencantikkan rupa...
 
Kan kutunggu akad nikah sebagai label halal dalam perwujudan cintaku padamu….
Dan jika memang belum saatnya, marilah kita bersabar agar nantinya kita benar-benar bisa menikmati nikmatnya sebuah pernikahan…
yang menjanjikan ketenangan jiwa, ketentraman hati, dan kedamaian batin


Do’akan aku agar tidak terputus asa dan sesat dalam masa penantianku, karena aku memerlukan dirimu untuk melengkapkan sebagian agamaku…

Wahai lelaki yang akan menjadi tempat berlabuhnya cintaku…..

Aku bukanlah wanita yang terbiasa bermesra, jadi maafkan aku jika mungkin aku akan terlihat canggung di hadapanmu,
namun aku akan terus berjuang agar kau tetap akan merasakan nikmatnya bercinta setelah pernikahan..

Duhai calon imam dalam shalatku..
Aku akan selalu hadir dalam cintamu pada Allah…
Dengan sigap akan kuhamparkan sajadah sebagai alas sujud wajahmu….
 
Kesetiaanku menjadi makmum untukmu, Insyaa Allaah akan menyempurnakan shalat kita..
Deru panjatan do’a darimu akan teriring dengan ucapan “Aamiin” dari lisanku….

Dalam hening dan sunyinya malam, bulir demi bulir air mata tak hentinya kuteteskan dengan bercahayakan munajat do’a cinta….

Wahai pemilik tangan gagah yang selalu menolongku ketika aku jatuh dan terpuruk…..

Aku akan hadir kepadamu ketika kau jatuh dan terluka,
kan kubalut lukamu dengan seluruh jiwa yang penuh dengan kecintaan, menyembuhkan segala perih dalam jiwamu…..

Wahai engkau calon pengusap airmataku,
sungguh  aku bukanlah wanita yang tegar,,,
sesekali pasti akan ada air mata yang menetes di pipi ini, ……
kumohon dengan segala cinta dan kasih yang kau miliki, engkau bersedia mengusapnya dengan tangan lembutmu, karena disanalah kesedihanku akan sirna…

Dan sebagai penggantinya…
kan kuhaluskan telapak kakimu dengan mencucinya sepulang engkau dari berjihad mencari nafkah untuk keluarga kita…..

Duhai calon ayah dari mujahid mujahidah luar biasa…
Bimbinglah aku selalu karena aku-lah yang nantinya akan menjadi madrasah pertama dan yang paling utama, sumber ilmu untuk mereka anak-anak kita……

Bimbinglah aku agar aku bisa mendidik mereka dengan ilmu agama sehingga mereka akan setia kepada Rabbnya, santun dan berbakti pada kedua orang tuanya, menghormati yang lebih tua, menyayangi sesama serta kehadirannya dapat membawa manfaat untuk masyarakat di zaman nya….

Dengan segala kasih sayang,
akhlakul karimah akan kusisipkan dalam perilakunya semenjak mereka kecil…


Duhai calon masinis yang akan membawa kereta kehidupan keluargaku menuju kehidupan di syurga…

Marilah kita hiasi istana kecil kita dengan cahaya-cahaya iman,

Wahai teman sejati ku…

Disaat kita tengah menikah nanti, insyaa Allaah akan hadir beberapa malaikat kecil di gubuk kita…
Kita sama-sama berjuang melakukan yang terbaik untuk mereka..
Kau bekerja mencari nafkah..
Sedang aku mengurus dan mendidik mereka dirumah… 

Aku tau ketika kau sepulang bekerja pasti kau merasa lelah, namun maafkan aku jika suatu hari nanti ketika kau masuk dalam istana kecil kita, kau menemuiku dalam keadaan lemas dan tak menggairahkan, 
Bukan karena aku tak mau menyambutmu suami tercintaku, tapi karena aktifitas mengurus pekerjaan rumah dan membimbing mujahid-mujahidah kita walau kulakukan semua itu dengan ikhlas,
Duhai suami tercintaku, kau lah “the perfect man” dalam hidupku..

Aku pun selalu ingin memberikan yang sempurna untukmu,..

Namun..
Maafkan aku kekasihku jika dalam menyiapkan sarapan, makan siang dan makan malam mu aku tak mampu memberikan masakan yang istimewa untukmu..

Aku bukanlah juru masak yang pandai meramu jamuan, aku hanyalah wanita akhir zaman yang hanya bisa menyiapkan makanan seadanya, yang mungkin bahkan tak menggugah selera makanmu..,
 

Maafkan aku suamiku…
Aku bukanlah ibunda Khadijah al-Qubro yang punya bisnis yang besar, jadi aku mohon maaf jika tak mampu memberikan hadiah yang special di hari istimewamu…

Aku bukanlah pujangga yang pandai merangkai kata..
Maafkan aku jika tak mampu merayumu dan menyemai cintamu padaku dengan kata-kata indah….

Bukan aku tak mau, tapi karena aku tak pandai melakukan itu..

Maaf kan aku..


Namun ketahuilah,..
Meski cinta tak kuungkap dalam tulisan atau kata-kata, namun dalam hati ini segala kata cinta untukmu tak akan pernah usai meski kucoba mengutarakannya

Duhai ikhwanku..

Aku bukanlah wanita yang selalu sehat dan bersemangat,
Ada kalanya aku akan sakit dan lemas hingga mungkin tak bisa membantu menyiapkan segala keperluanmu,

Kumohon kau tak meninggalkanku dalam ketidakberdayaanku itu

Duhai belahan jiwaku..

Setiap detik yang aku lalui adalah detik-detik dimana rasa cinta dan kasih sayangku  untukmu kian bertambah.. 

Namun maafkan jika yang kau temui adalah diriku yang semakin tua, keriput, lemah dan tak berdaya…
Tangan yang mungkin terasa kasar dan tak nyaman untuk disentuh…
Rambut yang semakin memutih dan tak menggairahkan untuk dibelai….

Dan diriku yang sangat berbeda dengan sosok yang kau temui saat ijab kau ucapkan…

Namun saat itu… justru aku sangat merindukan belaian darimu



Duhai calon pemilik cinta ini,
Kuingin kau tahu bahwa dalam diam aku sengaja tak menampilkan diri justru agar engkau bisa menemukanku dalam cahaya sujud khusyu’ mu….

Aku tak banyak bicara denganmu bukan karena aku bisu atau sombong tapi karena aku takut ketika aku menyapa, engkau akan terpesona pada apa yang ku ucap…
meski diri ini benar-benar sadar akan segala kekurangan….

Aku tak merancang begitu banyak jadwal agar bisa menatapmu, bukan karena aku bosan denganmu. Tapi karena aku tak berani memandang indah binar cahaya dari matamu karena aku khawatir ketika aku memaksakan untuk menatap justru itu akan memudarkan imanku….

Wahai ayah dari anak-anakku nanti….
Meski imanku belum sempurna, tapi sepenuhnya aku mempercayaimu…

Aku memang bukan wanita yang punya banyak ilmu, namun aku akan selalu belajar untuk bisa menjadi yang terbaik dalam keluarga kita nanti..

Aku bukanlah wanita secantik bidadari, namun aku bersedia menjadikanmu pangeran dalam kehidupanku,

Aku memang tak pandai menganalisa namun aku akan selalu belajar untuk memahami dirimu selalu…

Aku hanya wanita biasa yang lemah namun aku siap untuk menjadi penguat jihadmu…

Meski aku hanya wanita biasa tetapi aku akan selalu membuatmu merasa menjadi lelaki yang luar biasa, aku siap menjadi pendukung disetiap rencana baikmu,..

Meski aku bukanlah dokter, aku akan selalu siap membalut luka dan perih yang kau rasa, akan kupeluk erat dirimu hingga sakit yang kau rasa itupun lenyap..

Aku memang bukan penasehat yang baik, tetapi aku akan selalu siap mendengarkan segala keluh kesahmu, aku akan selalu siap membantumu dalam setiap masalahmu, akan kulakukan semua yang aku bisa sebagai wujud cintaku padamu,,

Meski aku bukan wanita yang bersuara merdu, namun aku akan selalu siap menyanyikan segala lagu cinta untuk membuatmu bahagia,…

Duhai ikhwan yang telah membuat hati ini berdebar ketika terbayang sosokmu…

Pantaskah aku mengatakan “ aku mencintaimu “ sedangkan aku belumlah halal untukmu..???

Ketahuilah bahwa tangan ini merindukan peganganmu yang akan membawaku menuju kebahagiaan haqiqi..

Telinga ini yang selalu merindukan kata-kata hikmah yang kau utarakan untuk semakin mendidikku…

Duhai calon teman sejati dalam perjalanan hidupku…
Sungguh setiap malam aku merindukan kehadiranmu untuk sekedar bermunajat bersama merasakan dekapan Illahi…

Aku merindukan saat kita bisa membaca al-Qur’an bersama,…

Aku rindukan saat dimana aku bisa selalu mendengarkan lantunan ayat suci yang kau bacakan sebagai imam shalatku,

Aku menanti saat dimana kau selalu menemani hari-hariku yang sunyi.

Duhai calon kekasihku yang insyaa Allaah sampai di syurga nanti,
Aku tau bahwa kau merindukan kasih sayang yang abadi, aku tau bahwa kau pun merasakan segala gejolak seperti yang aku rasakan saat ini

Namun kita harus sama-sama bisa menjaga diri,

Biarlah kita ikuti jalan yang telah Allaah gariskan, Dia Maha Tahu apa yang terbaik untuk diri kita berdua..

Duhai calon suamiku..
Aku merindukanmu..

Aku ingin kau datang dengan ucapan ijab yang akan menghalalkan kita berdua..
Temukan aku dalam kekhusyu’an penghambaanmu pada Dzat yang Maha Mencinta dan Memiliki segala kekayaan Cinta.


Untukmu,,,, Calon Suamiku,,,,,
Wassalaamu’alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh

doaku dewasa kelak :)






Jika kelak akulah yang terpilih menjadi permaisuri dalam istana hatimu,
Kan kubaktikan jiwa dan ragaku sebagai istri dengan sepenuh cinta karena pahala yang menjadi dasar landasan utamaku…
Jika kelak suatu hari nanti akulah yang ditakdirkan menjadi pendamping hidupmu, aku akan siap menjadi pelabuhan dalam dermaga cintamu, menjadi sandaran di saat kau penat dengan segala aktivitas yang melelahkanmu…
Jika kelak akulah yang tertulis dalam Lauhul Mahfudz untukmu, kan kujadikan diriku penyejuk pandangan matamu, agar senantiasa kau merasa nyaman saat berada dengaku, kan kutumbuhkan terus rasa cinta tanpa lelah walau mungkin suatu saat kau akan jemu tuk memberi perhatian dan cinta untukku…Jika kelak atas izin-Nya akulah yang menjadi pasangan tulang rusukmu, ingin kubuat cemburu para Bidadari suci nan jelita dengan kecantikan akhlak berbalut iman dalam ketawadhu’an dan qona’ah sebagai jati diri ini… Insya Allah…

tersenyumlah

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
.Bismillahirrahmanirrahim...
"Janganlah kalian menganggap remeh perbuatan
baik sekecil apapun juga. Meskipun
tatkala berjumpa saudaramu
dengan menampakkan
wajah ceria..."


Semoga kita bisa mengambil pelajaran dan
dimudahkan untuk mengamalkannya.
Aamiin Ya Rabbal'alamin...